Disneyland 1972 Love the old s
Home
Mobile
Artikel
Islami
Tentang Admin
Buku Tamu
Site Map
File List
Tanggal 16 Apr 2026
Jam: 11:20:45

Total pengunjung: 1523721



Inilah Asal Usul Alat Musik Tradisional Angklung
Di tulis pada: 30 Jan 2016 - 02:01:49
Oleh : Elang
Kategori: Asal - Usul
Tidak ada petunjuk sejak kapan

angklung digunakan, tetapi diduga

bentuk primitifnya telah digunakan

dalam kultur Neolitikum yang

berkembang di Nusantara sampai awal

penanggalan modern, sehingga angklung merupakan bagian dari relik pra-

Hinduisme dalam kebudayaan

Nusantara.


Catatan mengenai angklung baru muncul

merujuk pada masa Kerajaan Sunda

(abad ke-12 sampai abad ke-16). Asal

usul terciptanya musik bambu, seperti

angklung berdasarkan pandangan hidup

masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare)

sebagai makanan pokoknya. Hal ini

melahirkan mitos kepercayaan terhadap

Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi

Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip).

Masyarakat Baduy, yang dianggap sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda

asli, menerapkan angklung sebagai

bagian dari ritual mengawali penanaman

padi. Permainan angklung gubrag di

Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang

masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari

ritus padi. Angklung diciptakan dan

dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun

ke bumi agar tanaman padi rakyat

tumbuh subur.


Jenis bambu yang biasa digunakan

sebagai alat musik tersebut adalah

bambu hitam (awi wulung) dan bambu

putih (awi temen). Tiap nada (laras)

dihasilkan dari bunyi tabung bambunya

yang berbentuk bilah (wilahan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga

besar.


Dikenal oleh masyarakat sunda sejak

masa kerajaan Sunda, di antaranya

sebagai penggugah semangat dalam

pertempuran. Fungsi angklung sebagai

pemompa semangat rakyat masih terus

terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda

sempat melarang masyarakat

menggunakan angklung, pelarangan itu

sempat membuat popularitas angklung

menurun dan hanya di mainkan oleh

anak- anak pada waktu itu.


Selanjutnya lagu-lagu persembahan

terhadap Dewi Sri tersebut disertai

dengan pengiring bunyi tabuh yang

terbuat dari batang-batang bambu yang

dikemas sederhana yang kemudian

lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung.

Demikian pula pada saat pesta panen

dan seren taun dipersembahkan

permainan angklung. Terutama pada

penyajian Angklung yang berkaitan

dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang

sifatnya arak-arakan atau helaran,

bahkan di sebagian tempat menjadi

iring-iringan Rengkong dan Dongdang

serta Jampana (usungan pangan) dan

sebagainya.


Dalam perkembangannya, angklung

berkembang dan menyebar ke seantero

Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera.

Pada 1908 tercatat sebuah misi

kebudayaan dari Indonesia ke Thailand,

antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu

ini pun sempat menyebar di sana.


Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena

tokoh angklung yang mengembangkan

teknik permainan berdasarkan laras-

laras pelog, salendro, dan madenda

mulai mengajarkan bagaimana bermain

angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.


*****

Terima kasih telah membaca Inilah Asal Usul Alat Musik Tradisional Angklung, Semoga bermanfaat.
Bila tulisan ini berharga buat anda, silahkan bagikan ke teman anda. Bagikan:
F T G Share via mail
0 Rate upStar
Dapatkan postingan terbaru dan ikuti:
RSS Subscribe
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk artikel "Inilah Asal Usul Alat Musik Tradisional Angklung"






Refresh Translate Ke Judul Ke Artikel Lain >