Tahukah apakah itu Qorin yang sentiasa ada bersama kita ?
Qorin adalah jin yang ditugasi untuk mendampingi setiap manusia dengan tugas menggoda dan
menyesatkannya. Karena itu, Qorin termasuk setan dari kalangan jin.
Qorin berasal dari bahasa Arab “Qoriin” yang
berarti: teman atau kawan (Kamus Al
Munawwar halaman 1114). Dalam kitab Mujamul Buldan: 4/319
disebutkan bahwa Qorin artinya sahabat atau
segala sesuatu yang dibandingkan dengan
sesuatu yang lain.
Qarin adalah jin yang diciptakan oleh Allah Swt
sebagai pendamping manusia. Boleh dikatakan ia sebagai “kembar” manusia. Setiap manusia yang
dilahirkan ke dunia ini pasti ada Qarinnya
sendiri. Rasulullah Saw sendiri tidak
terkecuali. Cuma bedanya, Qarin Rasulullah
Saw adalah muslim. Manakala yang lainnya
adalah kafir. Pada umumnya Qarin yang kafir ini kerjanya
mendorong yang didampingi (manusia) untuk
berbuat kejahatan. Dia membisikkan keragu-
raguan, melalaikan ibadah, berat untuk
membaca Al-Qur’an, dan sebagainya. Malah ia
bekerja sekuat tenaga untuk menghalangi yang didampingi (manusia) untuk berbuat ibadah dan
kebaikan.
Untuk mengimbangi usaha Qarin ini Allah Swt
mengutus malaikat. Ia akan membisikkan
tentang hal-hal kebenaran dan mengajak dalam
berbuat kebaikan. Maka kembali kepada setiap manusia dalam menetukan pilihan untuk ikut
pengaruh mana yang lebih kuat. Walau
bagaimana pun orang-orang Islam mampu
menguasai dan menjadikan pengaruh Qarinnya
menjadi lemah tidak berdaya.
Caranya dengan membaca “Basmallah” sebelum melakukan berbagai pekerjaan, banyak berdzikir,
membaca Al-Qur’an, dan taat melaksanakan
perintah Allah Swt.
Sabda Rasulullah Saw dari Abdullah Mas’ud
R.a. maksudnya: “Setiap kamu ada Qarin dari
bangsa jin, dan juga Qarin dari bangsa malaikat. Mereka bertanya: “Engkau juga ya Rasulullah.”
Sabda beliau Saw: “Ya aku juga ada, tetapi
Allah Swt telah membantuku sehingga Qarin
itu dapat aku islamkan dan hanya mengajakku
dalam hal kebajikan saja.”
(Riwayat Ahmad dan Muslim) Aisyah R.ha menceritakan bahwa pada suatu
malam Rasulullah Saw keluar dari rumahnya
(Aisyah), Aisyah berkata: “Aku merasa
cemburu.”
tiba-tiba Baginda balik dan bertanya: “Wahai
Aisyah apa sudah jadi, apakah engkau cemburu?”
Aku (Aisyah) berkata: “Bagaimana aku tidak
cemburu orang yang seumpama engkau ya
Rasulullah.”
Sabda Rasulullah Saw : “Apakah engkau telah
dikuasai oleh syaithan?” Aku (Aisyah) bertanya: “Apakah aku ada
syaithan?”
SabdaRasulullah Saw : “Setiap insan ada
syaithan, yaitu Qarin.”
Aku (Aisyah) bertanya lagi: “Adakah engkau
pun ada syaithan ya Rasulullah?” Jawab Rasulullah Saw : “Ya, tetapi Allah Swt
membantuku sehingga Qarinku telah masuk
Islam.”
(Hadist Riwayat Muslim)
Di dalam hadist lain dari Ibnu Umar R.a, sabda
Rasulullah Saw yang maksudnya: “Aku dilebihkan dari Nabi Adam A.s dengan dua
perkara, yaitu pertama syaithanku kafir lalu
Allah Swt menolongku sehingga dia Islam.
Kedua, para isteriku membantu terhadapku
tetapi syaithan Nabi Adam A.s tetap kafir
dan isterinya membantu ia membuat kesalahan.”(Hadist Riwayat Baihaqi)
Ibn Muflih al-Muqaddasi menceritakan: Suatu
ketika syaithan yang mendampingi orang
beriman, bertemankan syaithan yang
mendampingi orang kafir.
Syaithan yang mengikuti orang beriman itu kurus, sedangkan yang mengikuti orang kafir
itu gemuk.
Maka ditanya mengapa engkau kurus,
“Bagaimana aku tidak kurus, apabila tuanku
masuk ke rumah dia berdzikir, ketika makan dia
ingat Allah Swt, apabila minum pun begitu.” Sebaliknya syaitan yang mengikuti orang kafir
itu pula berkata: “Aku senantiasa makan
bersama dengannya dan begitu juga minum.”
Qarin akan berpisah dengan “kembar”nya hanya
apabila manusia meninggal dunia. Roh manusia
akan ditempatkan di alam Barzakh, sedangkan Qarin terus hidup karena lazimnya umur jin
adalah panjang. Walau bagaimana pun, apabila
tiba hari akhirat nanti maka kedua-duanya
akan dihadapkan kepada Allah Swt untuk di
adili. Tetapi Qarin akan lepas tangan dan tidak
bertanggung jawab atas kesesatan atau kedurhakaan manusia.
Syeikh Ibnu Utsaimin ditanya, Apa itu Qorin?
Beliau menjawab, Qorin adalah setan yang
ditugasi untuk menyesatkan manusia dengan
izin Allah Swt. Dia bertugas memerintahkan
kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Sebagaimana yang Allah Swt firmankan,
“Setan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan
memerintahkan kemungkaran. Sementara Allah
menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya.
Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS.
Al-Baqarah: 268) Akan tetapi, jika Allah memberikan karunia
kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur,
selalu tunduk kepada Allah Swt, lebih
menginginkan akhirat dan tidak mementingkan
dunia maka Allah Swt akan menolongnya agar
tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga dia tidak mampu menyesatkannya. (Majmu Fatwa,
17:427) Di antara dalil yang menunjukkan adanya Qorin: a. Firman Allah Swt yang menyertai manusia
berkata : “Ya Tuhan kami, aku tidak
menyesatkannya tetapi dialah yang berada
dalam kesesatan yang jauh.” (QS. Qaf: 27).
Dalam tafsir Ibn Katsir dinyatakan
bahwasanya Ibnu Abbas R.a, Mujahid, Qatadah dan beberapa ulama lainnya mengatakan, “Yang
menyertai manusia adalah setan yang ditugasi
untuk menyertai manusia.” (Tafsir Ibnu Katsir,
7:403)
b. Hadist Nabi Muhammad Saw
Dari Ibnu Mas’ud R.a, Nabi Muhammad Saw bersabda, Setiap orang diantara kalian telah
diutus untuknya seorang Qorin (pendamping)
dari golongan jin.
Para sahabat bertanya, Termasuk Anda, wahai
Rasulullah?
Beliau Saw menjawab, Termasuk saya, hanya saja Allah Swt membantuku untuk
menundukkannya, sehingga dia masuk Islam.
Karena itu, dia tidak memerintahkan kepadaku
kecuali yang baik. (HR. Muslim).
Ath-Thabarani mengisahkan riwayat dari
Syuraik bin Thariq. Ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, yang artinya: “Tidak ada seseorang
diantara kalian melainkan ada baginya seorang
setan.” Mereka bertanya, “Juga bagimu, ya
Rasulullah?”
“Ya, juga bagiku, tetapi Allah Swt
melindungiku sehingga aku selamat .”(HR. Ibnu Hibban).
Ibn Mas’ud meriwayatkan, Rasulullah Saw
bersabda, yang artinya: “Setiap anak Adam
mempunyai kelompok, dan bagi malaikat ada
kelompok dengan anak Adam. Kelompok setan
mengajak kepada kejahatan dan mendustakan yang hak, adapun kelompok malaikat mengajak
kepada kebaikan dan membenarkan yang hak.
Barang siapa yang mendapatkan yang demikian
itu, maka ketahuilah bahwa itu dari Allah dan
pujilah Allah, dan barang siapa yang
mendapatkan selain itu, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari setan yang
terkutuk, kemudian ia membaca Asy-
Syaithanu Ya’idukumul-Faqra Wa Ya’murukum
Bil-Fahsya’.” (HR. Tirmizi).
Sa’id al-Jariri mengomentari ayat yang
berbunyi, “Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-
Qur’an), kami adakan baginya setan.” (QS. Az-
Zukhruf: 36).
Ia berkomentar, “Telah sampai berita kepada
kami bahwa orang kafir apabila dibangkitkan
pada hari kiamat, setan akan mendorong dengan tangannya, hingga ia tidak bisa melawannya,
sampai Allah menempatkannya di api neraka,
dan ketika itu ia berkata, ‘Aduhai, semoga
(jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara
timur dan barat.’ (QS. Az-Zukhruf: 38).
Sementara, orang mukmin akan diwakilkan padanya malaikat sampai ia diadili di antara
manusia dan menempatkannya dalam surga.
Abdullah bin Mas’ud mengatakan bahwa :
Rasulullah Saw bersabda; “Tidak ada
seorangpun diantara kalian yang tidak ditunjuk
untuknya Jin pendamping (Qarin)”. Para sahabat bertanya; “Termasuk anda ya
Rasulullah ?,
“Ya” jawab Nabi Muhammad Saw, Hanya saja
aku mendapat pertolongan Allah Swt, sehingga
Jin pendampingku masuk Islam, dan dia tidak
pernah mengajakku kecuali yang baik-baik”. Jin pendamping (Qarin) Rasulullah Saw, adalah
bernama Habib al-Huda, beragama Islam dan
menurut para ulama sampai sekarang beliau
masih hidup, beliau tinggal di Baqi’. Di Baqi’,
beliau mempunyai majelis pengajaran tafsir dan
hadist-hadist Rasulullah Saw yang didatangi oleh jin-jin muslim. Hal ini bisa saja terjadi
sebab umur rata-rata Jin panjang bisa
mencapai ratusan dan ribuan tahun. Tugas jin Qorin Rasulullah Saw bersabda, “Setiap orang di
antara kalian telah diutus untuknya seorang
qorin (pendamping) dari golongan jin.” (HR.
Muslim)
Imam An-Nawawi mengatakan, Dalam hadis ini
terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qorin dan bisikannya. Rasulullah Saw memberi
tahu bahwa dia bersama kita, agar kita selalu
waspada sebisa mungkin. (Syarh Shahih Muslim,
17:158)
Adapun Jin yang muslim, maka tugasnya tidak
lain adalah beribadah kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman “Tidaklah Kami ciptakan
jin dan manusia, kecuali untuk beribadah
kepada-Ku. (Adz-Dzariyat [51]: 56).
Demikian pula jin muslim juga turut
membantu dakwah Rasulullah Saw,
“Sesungguhnya pernah datang kepadaku utusan Jin dari Nashibin, dia adalah sebaik-baik jin lalu
minta kepadaku tentang bekal”. (Shahih
Bukhari, 3571).
Demikian pula kisah Jin Muhayr bin Habbar
membantu dakwah Muhammad, kemudian jin
itu diganti namanya oleh Muhammad menjadi Abdullah bin Abhar. Golongan jin yang dimaksud
pada surat Al-Jin adalah yang shaleh yang
berasal dari utara Arab, lihat tafsir surat Al-
Jin hal.16…, dst.
Dan raja Habsyi yang bernama Negus termasuk
golongan manusia jin yang dimaksud dalam Al- Qur’an dalam surat Al-Jin, lihat hal.52. (Al-
Hafizh Ibnu Katsir)
Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid
menjelaskan, Berdasarkan perenungan terhadap
berbagai dalil dari Al-Qur’an dan sunah dapat
disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi jin Qorin selain menyesatkan, mengganggu, dan
membisikkan was-was. Godaan jin Qorin ini akan
semakin melemah, sebanding dengan kekuatan
iman pada disi seseorang. (Fatwa Islam, tanya
jawab, no. 149459). Cara Melindungi Diri dari Jin Qorin Banyaklah berdzikir dan memohon perlindungan
kepada Allah Swt. Jika kita sungguh-sungguh
melakukan hal ini, insyaa Allah, akan datang
perlindungan dari Sang Kuasa.
Allah Swt berfirman, “Apabila setan
menggodamu maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-
A’raf: 200)
Dalam Tafsir As-Sadi dinyatakan, Kapanpun,
dan dalam keadaan apapun, ketika setan
menggoda Anda, dimana Anda merasakan adanya bisikan, menghalangi Anda untuk melakukan
kebaikan, mendorong Anda untuk berdosa, atau
membangkitkan semangat Anda untuk maksiat
maka berlindunglah kepada Allah Swt,
sandarkan diri Anda kepada Allah Swt,
mintalah perlindungan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar terhadap
apa yang anda ucapkan dan Maha Mengetahui
niat Anda, kekuatan dan kelemahan Anda. Dia
mengetahui kesungguhan Anda dalam bersandar
kepada-Nya, sehingga Dia akan melindungi Anda
dari godaan dan was-was setan. (Tafsir Karimir Rahman, Hal.313)
Syeikh Saleh Al-Fauzan Hafizahullah ditanya:
Apakah dapat diambil dari kisah kaum jin yang
mendengar Al-Qur’an dari Nabi Muhammad
Saw, bahwa kaum Jin yang mukmin mereka hadir
ketika dibacakan Al-Qur’an dimasjid- masjid, dan di berbagai tempat- tempat perkumpulan
disaat Al-Qur’an dibacakan.?
Beliau menjawab: Iya, kaum jin yang mukmin
menghadiri pelajaran- pelajaran, mereka juga
menghadiri bacaan Al-Qur’an bersama saudara-
saudara mereka dari manusia, mereka hadir, meskipun kita tidak dapat melihat mereka
namun mereka hadir. Iya.
Abud Dunya meriwayatkan dari Mujahid bahwa
ia berkata, Ketika aku sedang shalat pada
suatu malam tiba-tiba berdirilah di hadapanku
makhluk sebesar anak kecil. Aku desak untuk kutangkap maka dia pun berdiri dan melompat
ke belakang dinding hingga aku dengar bunyi
jatuhnya. Setelah itu ia tidak kembali lagi.
Dalam riwayat lain yang dinukil oleh Al-Hafizh
Abu Bakar Muhammad bin Muhammad bin
Sulaiman Al-Baghindi, Mujahid berkata, Setiap aku berdiri melakukan shalat ada setan
yang selalu menampakkan diri dalam bentuk
Ibnu Abbas. Aku pun teringat perkataan Ibnu
Abbas. Maka, aku siapkan pisau. Lalu pada
suatu hari dia menampakkan diri lagi kepadaku,
aku pun menyerangnya dan aku tusuk dia hingga jatuh dan terdengarlah suara jatuhnya.
Setelah itu tak pernah lagi aku melihatnya.
(Wiqayatulinsan Minal Jinni Wasysyaithan
karya Wahid Abdussalam Bali Hal. 37-38).